Bea Cukai Bebaskan Bea Masuk Alat Belajar SLB

JAKARTA, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Ditjen Bea Cukai) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan membebaskan bea masuk dan pajak barang impor berupa alat belajar Sekolah Luar Umum (SLB) milik SLB-A Pembina Tingkat Nasional Jakarta.

Pasalnya, alat belajar untuk siswa tunanetra itu adalah barang hibah dari OHFA Tech, Korea Selatan. Adapun barang yang dikirim berupa keyboard sebanyak 20 buah.

Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta Gatot Sugeng Wibowo mengatakan, dikala ini pihaknya tengah memproses pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor untuk barang hibah hal yang demikian.

“Sedang diproses fasilitas pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor sehingga slot depo 10k barangnya bisa segera diserahkan kepada pihak SLB,” ujarnya dikala dihubungi, Minggu (28/4/2024).

Dia memperkirakan pengerjaan hal yang demikian tidak akan memakan waktu lama sehingga barang hibah itu bisa dikembalikan ke pihak SLB-A Pembina Tingkat Nasional Jakarta pada Senin satu hari setelah hari ini.

“Mudah-mudahan paling lambat satu hari setelah hari ini bisa segera release untuk diserahkan ke pemilik SLB,” kata dia.

See also  Sri Mulyani: Ekonomi global melemah, beban pajak AS yang berat

Penjelasan Sri Mulyani

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyuarakan, barang hibah hal yang demikian tertahan di Bea Cukai Airport Soekarno-Hatta lantaran pihak sekolah tidak melanjutkan pengerjaan pengeluaran barang.

Kesudahannya, barang hal yang demikian ditentukan sebagai Barang Tak Dikendalikan (BTD) oleh pihak Bea Cukai. Adapun barang ini dikirimkan oleh perusahaan jasa titipan (PJT) semenjak 18 Desember 2022.

“Sebab pengerjaan pengurusan tidak dilanjutkan oleh yang bersangkutan tanpa keterangan apa bahkan, maka barang hal yang demikian ditentukan sebagai BTD,” ungkap Menkeu dalam akun Instagram pribadinya, Sabtu (27/4/2024).

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *